Proyek Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

Contoh-contoh proyek sistem informasi dan teknologi informasi klasik yang kerap dijumpai adalah sebagainformasi klasik yang kerap dijumpai adalah sebagai berikut :

  • Proyek analisa kebutuhan sistem informasi manajemen perusahaan.
  • Proyek perancangan sistem data bagian akuntansi dan keuangan.
  • Proyek pengembangan perangkat lunak sumber daya manusia.
  • Proyek implementasi aplikasi siap pakai semacam Oracle, SAP,SAP, atau Microsoft OfficMicrosoft Office.
  • Proyek penerapan Of ice Automation System di perusahaan.
  • Proyek konstruksi jaringan komputer kantor pusat dan kantor -kantor cabang.
  • Proyek perancangan sistem pemesanan produk berbasis internet (eCommerce).
  • Proyek pengembangan cetak biru (master plan) infratruktur teknologi informasi perusahaan.
  • Proyek audit sistem dan teknologi informasi korporat.
  • Proyek pembuatan website  atau homepage perusahaan.
  • Proyek pengintegrasian dua buah sistem informasi yang berbeda.
  • Proyek migrasi sistem informasi dari teknologi lama ke yang baru.

Beberapa karakteristik unik yang membedakan proyek -proyek sistem informasi dan teknologi informasi dengan berbagai proyek pada domain industri lain adalah sebagai berikut:

  • Memiliki obyektif untuk menghasilkan produk-produk yang kerap bersifat intangible (kasat mata), semacam perangkat lunak  (software), algoritma, berkas (file), dan lain-lain.
  • Melibatkan berbagai teknologi yang sangat cepat usang karena perkembangannya yang sedemikian cepat, semacam komputer, modem,  software, CAD/CAM, dan  lain-lain.
  • Membutuhkan beragam sumber daya manusia dengan spektrum kompetensi dan keahlian yang sangat bervariasi (mulai dari yang umum sampai yang sangat khusus), seperti:  data entry, system administrator, programmer, system analyst, database specialists, network expert content manager, dan lain-lain.
  • Memakai berbagai fasilitas dan perlengkapan dan/atau bahan mentah  (raw materials)yang telah dapat didigitasi, semacam teks, gambar, audio, dan video.
  • Menggantungkan diri pada standard-stadard kualitas yang belum baku karena sangat sulitnya mengukur segi-segi kualitas yang dapat dimengerti dan dipahami bersama antara berbagai pihak yang berkepentingan dalam proyek.
  • Mendasarkan proses pada rencana atau kontrak kerja yang sangat sulit dikembangkan sehingga tidak terjadi keraguan dalam menentukan telah selesainya sebuah proyek atau tidak.

Sumber : http://sudaryanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/21336/01-Overview.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: