TUGAS 1 Etika Profesi

BAB I

TINJAUAN UMUM ETIKA

  • Pengertian etika dari  sudut pandang

Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988) merumuskan pengertian etika dalam tiga arti sebagai berikut:

Ø  Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.

Ø  Kumpulan asas atau nilai yang berkenan dengan ahklak.

Ø  Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat.

Etika berasal dari bahasa yunani “ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan yang baik.

Menurut Profesor Robert Salomon, etika dikelompokkan menjadi dua dimensi:

1.      Etika merupakan karakter individu, dalam hal ini termasuk bahwa orang yang beretika adalah orang yang baik.

2.      Etika merupakan hokum orang social. Etika merupakan hukum yang mengatur, mengendalikan serta membatasi perilaku manusia.

Tahun 1953 Fagothey, mengatakan bahwa etika adalah studi tentang kehendak manusia, yaitu kehendak yang berhubungan dengan keputusan yang benar dan yang salah dalam tindak perbuatannya.Pada tahun 1995 Sumaryono menegaskan  bahwa etika merupakan studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia dalam perbuatannya.

  • Hubungan antar etika, filsafat dan ilmu pengetahuan

Filsafat sendiri merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Jadi Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berfungsi sebagai interpretasi tentang hidup manusi, yang bertugas meneliti dan menentukan semua fakta konkret hingga yang paling mendasar.

Pada tahun 2001 Abdul Kadir memperinci unsur-unsur penting filsafat sebagai ilmu:

Ø  Kegiatan intelektual (kegiatan yang memerlukan intelektualitas).

Ø  Mencari makna yang hakiki (interpretasi terhadap sesuatu dalam kerangka pencarian makna yang hakiki).

Ø  Segala fakta dan gejala (bahwa objek dari kegiatan filsafat adalah fakta dan gejala yang terjadi secara nyata).

Ø  Dengan cara refleksi, metodis dan sistematis (metode kegiatannya membutuhkan prosedu yang sistematis).

Ø  Untuk kebahagiaan manusia (tujuan akhir filsafat sebagai sebuah ilmu).

  • Hubungan antar etika, moral dan hukum

Tahun 1927-1987 Lawrence Konhberg menyatakan bahwa etika dekat dengan moral. Lawrence menyatakan bahwa  pendidikan moral merupakan integrasi berbagai ilmu seperti psikologi, sosiologi, antropologi budaya, filsafat, ilmu pendidikan, bahkan ilmu politik.

Lawrence mencatat enam orientasi:

1.      Orientasi pada hukuman, ganjran, kekuatan fisik dan material.

2.      Orientasi hedonistis hubungan antarmanusia.

3.      Oreintasi konformitas.

4.      Orientasi pada otoritas.

5.      Orientasi kontrak social.

6.      Orientasi moralitas prinsip suara hati, individual, konprehensif, dan universal.

Tahun 1991 menurut Sony Keraf, moralitas adalah system nilai tentang bagaimana kita harus hidup dengan baik sebagai manusia.

Tahun 1987 Frans Magnis Suseno, memiliki pernyataan sepaham bahwa etiak adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran, sedangkan ,yang memberi manusia norma tentang bagaimana manusia harus hidup adalah moralitas.

Tahun 2002 Jan Hoesada, mencatat beberapa factor yang berpengaruh pada keputusan atau tindakan tidak etis dalam sebuah perusahaan:

a.       Kebutuhan individu

b.      Tidak ada pedoman

c.       Perilaku dan kebiasaan individu

d.      Lingkungan tidak etis

e.       Perilaku atasan

  • Berbagai macam etika yang berkembang di masyarakat

Etika dikelompokkan kedalam dua jenis:

a.       Etika deskriptif, merupan etika yang berbicara mengenai suatu fakta, yaitu tentang nilai dan perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat.

b.      Etika Normatif, merupakan etika yang memberikan penilaian serta himbauan kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai norma yang berlaku.

Tahun 1991 Sony Keraf mencatat adanya dua macam, norma umum dan norma khusus.

Norma umum merupakan norma yang memiliki sifat universal dan di kelompokkan menjadi tiga kelompok:

a.       Norma sopan santun, yaitu norma yang menyangkut tata cara hidup dalam pergaulan sehari-hari.

b.      Norma hokum, yaitu norma yang memiliki keberlakuan lebih tegas karena diatur oleh suatu hokum dengan jaminan hukuman bagi pelanggarnya.

c.       Norma moral, merupakan norma yang sering digunakan sebagai tolok ukur masyarakat untuk memnentukan baik buruknya seorang sebagai manusia.

 

  • Etika dan tantangan masa depan

Sebagai contoh munculnya teknologi computer maka manusia seharusnya diuntungkan dengan berfungsinya jejak-jejak memori akibat operasi otak dan mental seperti berfikir, menghitung, dan merencanakan sesuatu. Beberapa pendapat mengemukakan bahwa kemudahan yang ditawarkan computer nyata-nyata menimbulkan ketergantunga manusia terhadap teknologi.

Perubahan yang terjadi pada cara berpikir manusia sebagai salah satu akibat perkembanghan teknologi tersebut, sedikit berpengaruh terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma-norma dalam kehidupannya.

Teknologi sebenarnya hanya alat yang digunakan manusia untuk menjawab tantangan hidup. Faktor manusia dalam teknologi sangat penting. Sebenarnya teknologi dikembangkan untuk membantu manusia dalam melaksanakan aktivitasnya

BAB II

ETIKA KOMPUTER:

SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA

a. Sejarah perkembangan etika komputer

  • Sejarah Etika Komputer

Sesuai awal penemuan teknologi computer era 1940-an, perkembangan etika computer juga dimulai dari era tersebut dan secara bertahap berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu baru di masa sekarang ini, perkembangan tersebut akan dibagi menjadi bebebrapa tahap seperti yang akan dibahas berikut ini.

 

  • Era 1940-1950-an

Munculnya etika komputer sebagai sebuah bidang studi dimulai dari professor Nobert Wiener. Selama perang Dunia II(pada awal tahun 1940-an) professor dari MIT ini membantu mengembangkan suatu meriam antipesawat yang mampu menembak jatuh sebuah pesawat tempur yang melintas diatasnya.

Pada perkembangannya, penelitian dibidang etika dan teknologi tersebut akhirnya menciptakan suatu bidang riset baru yang disebut cybernetics atau the science of information feedback system. Konsep cybernetics tersebut dikombinasikan dengan computer digital yang dikembangakan pada waktu itu, membuat wiener akhirnya menarik beberapa kesimpulan etis tentang pemanfaatab teknologi yang sekarang dikenal dengan sebutan Teknologi Informasi (TI).

Pada tahun 1950, Wiener menerbitkan sebuah buku yang monumental, berjudul The Human Use of Human Beings. Buku wiener ini mencakup beberapa bagian pokok tentang hidup manusia, prinsip-prinsip hokum dan etika di bidang computer. Bagian-bagian pokok dalam buku tersebut adalah sebagai berikut (bynum, 2001):

1.      Tujuan hidup manusia.

2.      Empat prinsip-prinsip hokum.

3.      Metode yang tepat untuk menerapkan etika.

4.      Diskusi tentang masalah-masalah pokok dalam etika komputer.

5.      Contoh topik  kunci tentang etika computer.

 

 

  • Era 1960-an

Donn Parker dari SRI internasional Menlo Park California melakukan bebagai riset untuk menguji penggunaan computer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalisme dibidang komputer. Parker melakukan riset dan mengumpulkan berbagai contoh kejahatan computer dan aktivitas lain yang menurutnya tidak pantas dilakukan para professional computer. Parker juga dikenal menjadi pelopor kode etik profesi bagi professional di bidang computer, yang ditandai dengan usahanya pada Kode Etik Profesional yang pertama dilakukan untuk association for computing machinery (ACM).

  • Era 1970-an

Era ini dimulai ketika sepanjang tahun 1960, Joseph Weizenbaum, ilmuwan computer MIT di Boston, menciptakan suatu program computer yang di sebut ELIZA. Didalam eksperimen pertamanya ELIZA ia ciptakan sebagai tiruan dari “Psychotherapist

Rogerian” yang melakukan wawancara dengan pasien yang akan diobatinya.

”Model pengolahan informasi” tentang manuisa yang akan datang dan hubungannya antara manusia dengan mesin. Buku Weizenbaum, Computer Power and Human Reason,1976 menyatakan banyak gagasan dan pemikir terilhami tentang perlunya etika computer. Tahun 1970 karya Walter Maner dengan istilah “computer ethic untuk mengacu pada bidang pemeriksaan yang berhadapan dengan permasalahan etis yang diciptakan oleh pemakaian teknologi computer waktu itu.1970-1980, Maner banyak menghasilkan minat pada kursus tentang etika computer setingkat universitas dan tahun 1978 mempublikasiakn Starter Kit in Computer Ethic,tentang material kurikulum dan padagogi untuk pengajar universitas dalam pengembangan etika computer.

  • Era 1980-an

Tahun 1980-an sejumlah konsekuensi social dan teknologi informasi membahas tentang kejahatan computer yang disebabkan kegagalan system computer,invasi keleluasaan pribadi melalui database computer danperkara pengadilan mengenai kepemilikan perangankat lunak.

Pertengahan 80-an, James Moor dari Dartmouth College menerbitkan artikel yang berjudul “What Is Computer Ethic” dan Deborah Johnson dari Rensselaer Polytechnic Institute menerbitkan buku teks Computer Ethic tahun 1985.

 

  • Era 1990-an sampai sekarang

Tahun 1990, berbagai pelatihan baru di universitas, pusat riset, konferensi, jurnal, buku teks dan artikel menunjukkan suatu keanekaragaman yang luas tenteng topic tentang etika komputer.para ahli komputer di Iggris, Polandia, Belanda, dan Italia menyelenggarakan ETHICOMP sebagai rangkaian konferensi yang di pimpin oleh Simon Rogerson.konferensi besar tentang etika computer CEPE di pimpin oleh Jeroen Van Hoven, dan di Australia terjadi riset terbesar etika computer di pimpin oleh Chris Simpson dan Yohanes Weckert.perkembangan yang sangat penting adalah peloporan Simon Rogerson dari De MontFort University (UK), yang mendirikan Centre for Computing and Social Reponsibility.

b. Cakupan Pembahasan Etika Komputer

Istilah etika computer mulai muncul setelah Walter Maner di tahun 1970, dan beberapa pemikir aktif etika computer mulai memasukkan dan mendeskripsikan etika computer sebagai sebuah bidang studi.pada tahun 1985 Deborah Johnson dalam bukunya Computer Ethic, menggambarkan bidang ini sebagai satu studi tentang cara yang di tempuh oleh komputermemiliki standar moral baru,yang memaksa kita sebagai penggunanya untuk norma-norma baru pula didalm dunia yang “belum dipetakan”.

Tahun 1985 James Moor, mengartikan etika kmputer sebagai bidang ilmu yang tidak terikat secara khusus dengan teori ahli filsafat mana pun dan kompatibel dengan pendekatan metodologis yang luas pada pemecahan masalah etis.

Computer disebut “logically mallaeable” karena bisa melakukan aktivitas apapun dalam membantu tugas manusia.komputer merupakan suatu alat yang universal dan tentu saja batas computer adalah seberapa besar batas dari kreativitas manusia tersendiri.

Menurut Moor,revolusi computer sedang terjadi dalam dua langkah, yang pertama “pengenalan teknologi” dimana teknologi computer dapat dikembangkan dan disaring, langkah yang kedua “penyebaran teknologi” dimana teknologi mendapatkan integrasi kedalam aktivitas manusia sehari-hari dan kedalam institusi social,mengubah seluruh konsep pokok,seperti uang, pendidikan, kerja, dan pemilihan yang adil.

Pada tahun 1990, Donald Gotterbarn memelopori suatu pendekatan yang berbeda dalam melukiskan cakupan khusus bidang etika.dalam pandangan Gotterbern, etika computer harus dipandang sebagai suatu cabang etika professional, yang terkait semata-mata dengan standar kode dan praktek yang dilakukan oleh para professional di bidang komputasi.

c. Isu-isu yang sering muncul dalam etika komputer

Isu-Isu Pokok Etika Komputer

Isu-isu pokok yang berhubungan dengan etika di bidang pemanfaatan teknologi komputer :

  • Kejahatan Komputer : kejahatan seperti menyebar virus, spam email, penyadapan transmisi, carding (pencurian melalui internet), DoS (Denial of Services), hacker, cracker dan sebagainya.
  • Cyber Ethics :berkembang pada internet, merupakan suatu jaringan yang menghubungkan computer diseluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit menjadi satu jaringan yang bisa saling mengakses. Menuntut adanya aturan dan prinsip dalam melakukan komunikasi via internet. Salah satuyang dikembangkan adalah Neiket atau Nettiquette, yang merupakan salah satu etika acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet.
  • E-commerce : sebuah sistem yang digunakan untuk perdagangan yang menggunakan mekanisme elektronik yang ada di jaringan internet. Pada permasalahan yang menyangkut perdagangan via tersebut, diperlukan acuan model hukum yang dapat digunakan sebagai transaksi. Salah satu acuan internasional adalah Uncitral Model Law on Electronic Commerce 1996. Model tersebut telah disetujui oleh General Assembly Ressolution No 51/162 tanggal 16 Desember 1996.
  • Pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual : pelanggaran yang dilakukan atas kekayaan intelektual  tentang pembajakkan, softlifting (pemakaian lisensi melebihi kapasitas penggunaan yang seharusnya), penjualan CDROM illegal atau juga penyewaan pernagkat lunak illegal.
  • Tanggung Jawab Profesi : kode etik profesi tersebut menyangkut kewajiban pelaku profesi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, kewajiban pelaku profesi terhadap masyarakat, kewajiban pelaku profesi terhadap sesame pengemban profesi ilmiah, serta kewajiban pelaku profesi terhadap sesame umat manusia dan lingkungan hidup. Munculnya kode etik profesi tersebut tentunya memberikan gambaran adanya tanggung jawab yang tinggi bagi para pengemban profesi bidang computer untuk menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai seorang profesional dengan baik sesuai garis-garis profesionalisme yang ditetapkan.

 

BAB III

PEKERJAAN, PROFESI, DAN PROFESIONAL

Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi adalah suatu bentuk pekerjaan yang mengharuskan pelakunya memiliki pengetahuan tertentu yang diproleh melalui pendidikan formal dan keterampilan tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja pada orang  yang terlebih dahulu menguasai keterampilan tersebut, dan terus memperbaharui ketrampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi.

Dengan mencintai profesi, orang akan terpacu untuk terus mengembangkan kemampuan yang mendukung profesi tersebut. Kembali menilik pada pengertian profesi yang telah dibahas sebelumnya, seorang pelaku profesi haruslah memiliki sifat-sifat sebagai berikut

  • Menguasai ilmu secara mendalam dalam bidangnya.
  • Mampu mengonversikan ilmu menjadi ketrampilan.
  • Selalu menjunjung tinggi etika dan integritas profesi.

Selanjutnya, seorang yang professional adalah seseorang yang menjalankan profesinya secara benar dan melakukannya menurut etika dan garis-garis profesionalisme yang berlaku pada profesinya tersebut. Beberapa sikap sebagai seorang professional :

  • Komitmen tinggi.
  • Tanggung jawab.
  • Berpikir sistematis.
  • Penguasaan materi.
  • Menjadi bagian masyarakat professional.

3.1 Mengukur Profeionalisme

Proses professional atau profesionalisasi adalah proses evolusi yang menggunakan pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan profesi ke arah status professional.Untuk mengukur sebuah profesionalisme, tentunya perlu diketahui terlebih dahulu standar professional. Secara teoritis menurut Gilley dan Eggland (1989), standar professional dapat diketahui dengan empat perspektif pendekatan, yaitu :

a.       Pendekatan berorientasi filosofi :

Ø  Pendekatan lambang professional : Lambang professional yang dimaksud antara lain seperti sertifikasi, lisensi, dan akreditasi.

Ø  Pendekatan sikap individu : pendekatan ini melihat bahwa layanan individu pemegang profesi diakui oleh umum dan bermanfaat bagi penggunanya.

Ø  Pendekatan electic : ini merupakan pendekatan yang menggunakan prosedur, teknik, metode dan konsep dari berbagai sumber, sistem,dan pemikiran.

b.      Pendekatan orientasi perkembangan :

Ø  Berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap suatu profesi.

Ø  Melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu untuk mendukung profesi yang dijalaninya.

Ø  Terorganisir secara formal pada suatu lembaga yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat sebagai sebuah organisasi profesi.

Ø  Membuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan pengalaman atau kualifikasi tertentu.

Ø  Menentukan kode etik profesi yang menjadi aturan main dalam menjalankan sebuah profesi yang harus ditaati oleh semua anggota profesi yang bersangkutan.

Ø  Revisi persyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu seperti syarat akademis dan pengalaman melakukan pekerjaan di lapangan.

c.       Pendekatan orientasi karakteristik :

Ø  Kode etik profesi yang merupakan aturan main dalam menjalankan sebuah profesi.

Ø  Pengetahuan yang terorganisir yang mendukung pelaksanaan sebuah profesi.

Ø  Keahlian dan kompetensi yang bersifat khusus.

Ø  Tingkat pendidikan minimaldari sebuah profesi. Ini penting untuk menjaga mutu profesi yang bersangkutan.

Ø  Sertifikat keahlian yang harus dimiliki sebagai salah satu lambing professional.

Ø  Proses tertentu sebelum memangku profesi untuk bisa memikul tugas dan tanggung jawab dengan baik.

Ø  Adanya kesempatan untuk menyebarluaskan dan bertukar ide di antara anggota.]\

Ø  Adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi malpraktik dan pelanggaran kode etik profesi.

d.      Pendekatan orientas non-tradisional : perspektif pendekatan non-tradisional menyatakan bahwa seseorang dengan bidang ilmu tertentu diharapkan mamapu melihat dan merumuskan karakteristik yangunik dan kebutuhan sebuah profesi.

Dapat disimpulkan bahwa mengukur profesionalisme bukanlah hal yang mudah karena profesionalisme tersebut diperoleh melalui suatu proses professional, yaitu proses evolusi dalam mengembangkan profesi kea rah status professional yang diharapkan.

BAB IV

PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI

a. Gambaran  Umum Pekerjaan di Bidang Teknologi Informasi

Dengan posisi tenaga kerja di bidang teknologi informasi (TI) yang sangat bervariasi, menyesuaikan skala bisnis dan kebutuhan pasar, maka sangat sulit mencari standarisasi pekerjaan di bidang ini.

Secara umum, pekerjaan di bidang teknologi informasi setidaknya terbagi dalam 4 kelompok sesuai bidangnya:

1.      Kelolmpok pertama, adalah yang bergelut di dunia perangkat lunak,baik mereka yang merancang system operasi,database maupun system aplikasi,contohnya:

ü  System analis,merupakan orang yang bertugas menganalisa system yang akan diimplementasikan,dari analisa system yang ada,kelabihan dan kekurangannya,sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkannya.

ü  Programmer,bertugas mengimplementasikan rancangan system analis,membuat program.

ü  Web designer, melakukan kegiatan perencanaan,termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap proyek tersebut.

ü  Web programmer, bertugas mengimplementasikan rancangan web designer,yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.

2.      Kelompok kedua, mereka yang bergelut di bidang perangkat keras, seperti:

ü  Technical engineer, melakukan pemeliharaan maupun perbaikan perangkat system computer.

ü  Network engineer, bertugas di bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshooting.

3.      Kelompok ketiga, mereka yang berkecimpung dalam operasional siste informasi, seperti:

ü  EDPOperator, bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing di perusahaan atau organisasi lainnya.

ü  System administrator, bertugas melakukan administrasi terhadap system, pemeliharaan system, wewenang mengatur hak akses terhadap system dan yang berhubungan dengan pengatueran operasional system.

ü  MIS Director, memiliki wewenang paling tinggi terhadap sebuah system informasi,menajemen system tersebut secara keseluruhan baik hardware maupun softwaredan sumber daya manusianya

4.      Kelompok keempat, bagian dipengembangan bisnis teknologi informasi, pekerjaan diindentifikasikan oleh pegelompokan kerja di berbagai sector di industry teknologi informasi.

b. Pekerjaan di bidang TI sebagai sebuah profesi

Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan benar, seoarang software engineer perlu terus mengembangkan bidang ilmu dalam pengembangan perangkat lunak seperti misalnya:

a)      Bidang ilmu metodologi pengembangan perangkat lunak.

Bidang ilmu tersebut mencakup teknik analisa masalah, desain atau perancangan system yang ada dan yang akan dibangun, serta implementasi pemograman dari disain menjadi perangkat lunak siap pakai.

b)      Manajemen sumber daya.

Bidang ilmu tentang bagaimana merencanakan, mengadakan, mengawasi, dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk keperluan pengembangan perangkat lunak yang dibangunnya.

c)      Mengelola kelompok kerja.

Merupakan bidang ilmu manajemen dan organisasi tentang bagaimana melakukan sinergi abtarkomponen dalam kelompok kerja untuk mencapai tujuan tertentu.

d)     Komunikasi.

Merupakan bidang ilmu yang mempelajari teknik komunikasi dan interaksi dengan manusia lain.

 

Untuk itu, seorang software engineer idealnya merupakan seseorang yang memiliki pendidikan formal setingkat sarjana atau diploma dengan ilmu yang merupakan gabungan dari bidang-bidang seperti:

 

 

  • Ilmu computer (computer science).

Ø  Teori-teori untuk memahami computer device, program,dan system.

Ø  Eksperimen untuk pengembangan dan pengetesan konsep.

Ø  Metodologi desain, algoritma, dan tool untuk merealisasikannya.

Ø  Metode analisa untuk melakukan pembuktian bahwa realisai sudah sesuai dengan requirement yang diminta.

  • Teknik rekayasa (engineering).

Ilmu tenteng rekayasa adalah ilmu yang mempelajari anaslisa,rekayasa spesifikasi, implementasi, dan validasi untuk menghasilkan produk (dalam hal ini perangkat lunak) yang digunakan untuk memecahkan masalah pada berbagai bidang.software engineering menitik beratkan teknik rekayasa tersebut dalam pendekatan/metode analisa pemecahan masalah.

  • Teknik industry (industrial engineering).

Merupakan biidang ilmu teknik yang mempelajari riset operasi, perencanaan produksi, pengendalian kualitas, serta optimal  proses dan sumber daya untuk mecapai keberhasilan proses industry.

  • Ilmu manajemen.

Merupakan ilmu yang yang sangat dibutuhkan, terutama dalam mengelola manusia dan kelompok kerja serta melakukan manajemen proyek.

  • Ilmu social

Merupakan ilmu yang dibutuhkan dalam kerangka hubungan social dan ditekan pada masalah pendekatan manusia, interaksi dan komunikasi.

 

c. Pekerjaan di bidang TI standar pemerintah

Pengangkatan pejabat prantara computer.

Pengangkatan pegawai negeri sipil dalam jabatan prantara computer ditetapkan oleh menteri. Jaksa angung pimpnan kesekretariatan lembaga tertinggi/tinggi Negara.pimpinan lembaga pemerintah nondepratemen dan gubernur kepala daerah tingkat I.

Syarat-syarat jabatan prantara computer.

Ø  Bekerja pada satuan oraganisasi insyasi pemerintah dan bertugas pokok membuat, memelihara dan mengembangkan system dan atau program pengelolahan dengan computer.

Ø  Berijazah serendah-rendahnya serajana muda/diploma III atau yang sederajat.

Ø  Memiliki pendidikan dan atau latihan dalam bidang computer dan atau pengalaman melakukan kegiatan di bidang computer.

Ø  Memiliki pengetahuan dan atau pengalaman dalam bidang tertentu yang berhubungan dengan bidang computer.

Ø  Setiap unsure penilaian pelasksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya bernilai baik.

jenjang dan pangkat prantara computer.

Pembebabasan sementara prantara computer.

Pemberhentian dari jabatan prantara computer.

d. Standardisasi profesi TI menurut SRIG-PSSEARCC

Ø  Cross country, cross-enterprise applicability.

Ø  Function oriented bukan tittle oriented.

Ø  Testable/certifiable.

Ø  Applicable.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: