PEKERJAAN, PROFESI, DAN PROFESIONAL

Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi adalah suatu bentuk pekerjaan yang mengharuskan pelakunya memiliki pengetahuan tertentu yang diproleh melalui pendidikan formal dan keterampilan tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja pada orang  yang terlebih dahulu menguasai keterampilan tersebut, dan terus memperbaharui ketrampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi.

Dengan mencintai profesi, orang akan terpacu untuk terus mengembangkan kemampuan yang mendukung profesi tersebut. Kembali menilik pada pengertian profesi yang telah dibahas sebelumnya, seorang pelaku profesi haruslah memiliki sifat-sifat sebagai berikut

  • Menguasai ilmu secara mendalam dalam bidangnya.
  • Mampu mengonversikan ilmu menjadi ketrampilan.
  • Selalu menjunjung tinggi etika dan integritas profesi.

Selanjutnya, seorang yang professional adalah seseorang yang menjalankan profesinya secara benar dan melakukannya menurut etika dan garis-garis profesionalisme yang berlaku pada profesinya tersebut. Beberapa sikap sebagai seorang professional :

  • Komitmen tinggi.
  • Tanggung jawab.
  • Berpikir sistematis.
  • Penguasaan materi.
  • Menjadi bagian masyarakat professional.

Mengukur Profeionalisme

Proses professional atau profesionalisasi adalah proses evolusi yang menggunakan pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan profesi ke arah status professional.Untuk mengukur sebuah profesionalisme, tentunya perlu diketahui terlebih dahulu standar professional. Secara teoritis menurut Gilley dan Eggland (1989), standar professional dapat diketahui dengan empat perspektif pendekatan, yaitu :

a.       Pendekatan berorientasi filosofi :

  • Pendekatan lambang professional : Lambang professional yang dimaksud antara lain seperti sertifikasi, lisensi, dan akreditasi.
  • Pendekatan sikap individu : pendekatan ini melihat bahwa layanan individu pemegang profesi diakui oleh umum dan bermanfaat bagi penggunanya.
  • Pendekatan electic : ini merupakan pendekatan yang menggunakan prosedur, teknik, metode dan konsep dari berbagai sumber, sistem,dan pemikiran.

b.      Pendekatan orientasi perkembangan :

  • Berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap suatu profesi.
  • Melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu untuk mendukung profesi yang dijalaninya.
  • Terorganisir secara formal pada suatu lembaga yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat sebagai sebuah organisasi profesi.
  • Membuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan pengalaman atau kualifikasi tertentu.
  • Menentukan kode etik profesi yang menjadi aturan main dalam menjalankan sebuah profesi yang harus ditaati oleh semua anggota profesi yang bersangkutan.
  • Revisi persyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu seperti syarat akademis dan pengalaman melakukan pekerjaan di lapangan.

c.       Pendekatan orientasi karakteristik :

  • Kode etik profesi yang merupakan aturan main dalam menjalankan sebuah profesi.
  • Pengetahuan yang terorganisir yang mendukung pelaksanaan sebuah profesi.
  • Keahlian dan kompetensi yang bersifat khusus.
  • Tingkat pendidikan minimaldari sebuah profesi. Ini penting untuk menjaga mutu profesi yang bersangkutan.
  • Sertifikat keahlian yang harus dimiliki sebagai salah satu lambing professional.
  • Proses tertentu sebelum memangku profesi untuk bisa memikul tugas dan tanggung jawab dengan baik.
  • Adanya kesempatan untuk menyebarluaskan dan bertukar ide di antara anggota.
  • Adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi malpraktik dan pelanggaran kode etik profesi.

d.      Pendekatan orientas non-tradisional : perspektif pendekatan non-tradisional menyatakan bahwa seseorang dengan bidang ilmu tertentu diharapkan mamapu melihat dan merumuskan karakteristik yangunik dan kebutuhan sebuah profesi.

Dapat disimpulkan bahwa mengukur profesionalisme bukanlah hal yang mudah karena profesionalisme tersebut diperoleh melalui suatu proses professional, yaitu proses evolusi dalam mengembangkan profesi kea rah status professional yang diharapkan.

sumber : //dosen.stiki.ac.id/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: